Bimbingan dan Konseling Islami

Pada uraian berikut ini, akan teruraikan pengertian bimbingan dan konseling secara Islami. Apakah itu? Untuk mendapatkan pengertian yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan bimbingan dan konseling islami, terlebih dahulu kita mengetahui apa itu tujuan bimbingan dan konseling islami itu, siapakah yang menjadi klien dari bimbingan dan konseling Islami, serta siapa pula konselor bimbingan dan konseling Islami tersebut.

Maka, kita harus mengerti tentang apa hakekat manusia itu diciptakan? Sebagaimana Islam memandang bahwa pada hakekatnya manusia itu adalah makhluk Allah yang diciptakan-Nyq sebagai Khalifah di muka bumi ini, untuk mengabdi kepada-Nya, sebagaimana firman Allah Q.S. Adz-Dzaariyat:56:

Artinya: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.”
Hal ini dipertegas kembali dengan firman Allah Q.S. Al-An’am:102,  yang artinya:
“Itulah Dia Allah, Tuhanmu, tiada tuhan kesuali Dia. Pencipta sesuatu. Oleh sebab itu sembahlah Dia.”


Istilah menyembah(mengabdi) kepada Allah dalam kedua firman Allah tersebut mengandung arti luas. Dengan kata lain, istilah menyembah itu bukan hanya mengandung pengertian melaksanakan upacara ritual keagamaan saja, seperti sholat, puasa, zakat, berqurban, haji dan lain sebagainnya. Akan tetapi lebih jauh dan lebih luas dari itu. 

Menyembah dalam pengertian yang luas itu adalah seluruh aktivitas dan tingkah laku yang dilaksanakan seseorang dalam kehidupannya semata-mata mencari keridhaan Allah adalah ibadah, sebagaimana yang termanifestasi alam doa yang selalu dibaca dalam setiap melaksanakan sholat

إن صلاتي ونسكي ومحياي و مماتي الله رب العالمين
Artinya: “Sesungguhnya sembahyangku, hidupku, matiku adalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam”

Implikasi dari pernyataan Allah tentang penciptaan an tujuan hidup manusia di atas dunia ini, maka dapat dirumuskan tujuan dari pelayanan bimbingan dan konseling Islami yakni untuk meningkatkan dan menumbuhsuburkan kesadaran manusia tentang eksistensinya sebagai makhluk dan Khalifah Allah di bumi ini, sehingga setiap aktivitas dan tingkah lakunya tidak keluar dari tujuan hidupnya, yakni untuk menyembah atau mengabdi kepada Allah.

Berbicara tentang obyek dari bimbingan dan konseling islami, kondisi manusia pada saat dilahirkan menurut konsepsi Islam adalah dengan dibekali fitrah beragama. Hasan Langgulung menyatakan bahwa fitrah yang diberikan Allah kepada manusia berupa kebolehan atau potensi untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan sifat-sifat Tuhan yang disebut Asmaul Husna.

Untuk mengembangkan potensi atau fitrah manusia, maka Allah juga melengkapi manusia dengan sarana prasarana/alat untuk mengembangkan fitrah tersebut yakni pendengaran, penglihatan, dan hati yang merupakan faktor potensi internal yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang baru lahir agar ia dapat mengembangkan tugasnya sesuai dengan tujuan penciptaan manusia di muka bumi ini. 

Tidak cukup dengan faktor potensi internal yang berupa fitrah beragama dan sarana/alat pengembangannya saja, tetapi dengan ke Maha Rahman-Nya, Allah SWT masih melengkapi manusia dengan syariat agama Islam yang materinya tersimpul dalam dua pedoman pokok umat Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Al-Qur’an dan Hadits yang berisikan pedoman tentang sikap dan perilaku yang diridhai-Nya dengan sikap dan perilaku yang tidak baik dan tidak disenangi-Nya merupakan faktor potensi eksternal yang akan mempengaruhi perkembangan potensi fitrah beragama yang telah dibawa manusia sejak lahir.

Dari apa yang dikemukakan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan bimbingan Islami adalah proses pemberian bantuan yang terarah, kontinuitas dan sistematis kepada setiap individu agar ia dapat mengembangkan potensi atau fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal dengan cara menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Hadits ke dalam diri, sehingga ia dapat hidup selaras dengan sesuai dengan tuntutan Al Qur’an dan Hadist. 

Bila internalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an dan Hadits itu telah tercapai dan fitrah beragama itu telah berkembang secara optimal maka individu tersebut dapat menciptakan hubungan yang baik dengan Allah SWT, dengan manusia, dan alam semesta sebagai manifestasi dari perannya sebagai Khalifah di muka bumi yang sekaligus juga berfungsi untuk menyembah/mengabdi kepada Allah SWT. Jadi, karakteristik manusia yang menjadi tujuan bimbingan Islami ini adalah manusia yang mempunyai hubungan baik dengan Allah SWT dengan manusia dan alam semesta (Hablum minal lahi wa Hablum minan Nas).

Sumber: https://www.kompasiana.com/shobibaturrohmah18190034/5c743bde6ddcae15605691f4/bimbingan-dan-konseling-islami

link download: klik here

Denah Ruang BK